PADANG — Peringatan Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga persatuan, kedamaian, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut turut disampaikan melalui peringatan G30S/PKI yang menempatkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan Pancasila sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam momentum tersebut, Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. tampil menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya menjaga kedamaian serta menghindari berbagai bentuk perpecahan di tengah masyarakat.
Peringatan G30S/PKI tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengambil pelajaran dari perjalanan bangsa. Nilai persatuan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan.
Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk terus memperkuat rasa kebersamaan dan menghormati perbedaan yang ada. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat untuk merawat kedamaian, menolak segala bentuk perpecahan, serta menjaga tegaknya Pancasila di bumi Nusantara.
Sebagai bagian dari institusi Polri, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga terus membawa semangat kebangsaan dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Peringatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat persatuan dan kesadaran sejarah, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam menyikapi berbagai informasi, tidak mudah terprovokasi, serta tidak terjebak dalam narasi yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan.
Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan pentingnya menjadikan sejarah sebagai pelajaran untuk memperkuat persatuan, bukan sebagai sumber perpecahan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila serta keutuhan NKRI.
