KABAR DUKA — Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Atas berpulangnya Kombes Pol Ahmad Basahil, Kapolsek KPPP BIM Ipda Wahid Mashadi, S.H., M.H., menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Kepergian seorang insan, terlebih sosok yang menjadi bagian dari keluarga besar Polri, tentu meninggalkan kesedihan dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sejawat serta orang-orang yang mengenal almarhum.
Ipda Wahid Mashadi menyampaikan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Karena itu, dalam suasana duka tersebut, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menerima takdir Allah SWT.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Kombes Pol Ahmad Basahil. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya,” demikian inti pesan belasungkawa yang disampaikan Ipda Wahid Mashadi.
Menurutnya, wafatnya seseorang merupakan pengingat bagi setiap manusia bahwa kehidupan di dunia memiliki batas. Apa pun jabatan, kedudukan dan tugas yang diemban, pada akhirnya setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
Karena itu, momentum duka tersebut hendaknya juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan dengan sesama serta menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, Ipda Wahid Mashadi turut mendoakan agar seluruh amal kebaikan almarhum semasa hidup mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi masa berduka.
Doa dan harapan tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan persaudaraan dari jajaran kepolisian kepada almarhum dan keluarga.
Kepergian seseorang bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga inti, tetapi juga dapat meninggalkan kenangan bagi rekan kerja, sahabat dan lingkungan tempat almarhum pernah mengabdikan diri. Oleh sebab itu, segala kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup diharapkan dapat menjadi kenangan sekaligus teladan bagi mereka yang ditinggalkan.
Dalam suasana penuh duka, Ipda Wahid Mashadi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan almarhum. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan, melapangkan tempat peristirahatan almarhum serta menempatkannya di tempat yang mulia.
Ia juga menyampaikan doa agar keluarga almarhum senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan. Tidak mudah bagi keluarga untuk menerima kehilangan orang yang dicintai, sehingga dukungan, doa dan perhatian dari keluarga besar serta para sahabat sangat berarti dalam melewati masa tersebut.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan dan kekuatan. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” menjadi doa yang disampaikan Kapolsek KPPP BIM Ipda Wahid Mashadi.
Ucapan duka cita tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya rasa solidaritas dan kepedulian dalam keluarga besar Kepolisian. Dalam setiap situasi, baik suka maupun duka, hubungan persaudaraan dan kebersamaan diharapkan terus terjaga.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima amal ibadahnya, melimpahkan rahmat-Nya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
