AROSUKA, SOLOK — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026. Bencana tersebut membawa material berupa lumpur, batu, kayu, serta material longsoran yang menerjang kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah area di sekitarnya.
Peristiwa dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Arus air datang secara tiba-tiba dengan membawa material dalam jumlah besar sehingga membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
Kondisi pascagalodo yang terlihat pada Selasa pagi menunjukkan kawasan terdampak dipenuhi bebatuan berukuran besar, lumpur, batang pohon, serta material lainnya. Sejumlah bagian jalan bahkan tidak dapat dilalui karena tertutup material yang terbawa arus.
Kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup parah. Sejumlah bangunan pemerintahan dilaporkan kemasukan material banjir bandang dengan ketebalan yang berbeda-beda. Kantor Dinas PUPR, DPMN, DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan BKPSDM termasuk fasilitas yang dilaporkan terdampak.
Warga Berupaya Menyelamatkan Diri
Derasnya arus membuat situasi di sekitar Arosuka berlangsung mencekam. Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya menjauh dari aliran air dan material yang terus bergerak.
Laporan terbaru pada Selasa pagi menyebutkan sebanyak 77 warga yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dan ditempatkan di lokasi pengungsian, sementara dua orang masih dilaporkan dalam pencarian. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan dan evakuasi yang dilakukan petugas di lapangan. �
KlikPositif.com - Media Generasi Positif +1
Selain warga yang dievakuasi, BPBD Kabupaten Solok juga mencatat adanya korban yang mengalami luka akibat bencana tersebut. ANTARA melaporkan terdapat empat warga yang mengalami luka-luka akibat banjir bandang di kawasan Arosuka.
Sementara itu, laporan penanganan yang dikutip Radar Sumbar menyebutkan satu korban mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan. Salah satu korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Jalur Solok-Padang Terdampak
Dampak galodo juga dirasakan pada akses transportasi utama yang menghubungkan Solok dan Padang. Material lumpur, batu, kayu dan longsoran menutupi badan jalan sehingga kendaraan untuk sementara tidak dapat melintas di kawasan terdampak.
Kasat Lantas Polres Solok IPTU Akbar Kharisma Tanjung mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melewati jalur yang tertutup material. Pengendara dari Solok menuju Padang maupun sebaliknya sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.
Penutupan jalur tersebut menjadi perhatian karena ruas Solok-Padang merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan dari kedua wilayah.
Rumah Warga dan Fasilitas Umum Ikut Terdampak
Tidak hanya kawasan perkantoran, galodo juga berdampak terhadap permukiman warga di sekitar Arosuka. Material yang terbawa arus masuk ke sejumlah kawasan pemukiman dan fasilitas umum.
BPBD memperkirakan sekitar 100 unit rumah terdampak material banjir bandang, meskipun pendataan masih terus dilakukan. Selain itu, satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka dilaporkan tertimbun material sehingga belum dapat digunakan. Masjid di kawasan Kayu Aro juga dilaporkan terdampak material longsor.
Sejumlah kendaraan juga ikut terdampak. Data awal mencatat beberapa kendaraan dinas dan kendaraan milik masyarakat terkena material banjir bandang. Petugas masih melakukan pendataan terhadap kendaraan roda empat maupun roda dua yang terdampak.
Tim Gabungan Dikerahkan
Pasca kejadian, unsur gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi. Personel BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, TNI dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk membantu masyarakat serta membersihkan material yang menutup akses.
Sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan lumpur, batu dan kayu yang menutup badan jalan serta kawasan perkantoran. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan keselamatan petugas.
Petugas juga melakukan penyisiran terhadap kawasan yang masih berpotensi terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak.
Hujan Deras Diduga Memicu Galodo
Banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Senin sore. Laporan lapangan menyebutkan material dari kawasan hulu terbawa aliran air hingga masuk ke kawasan Arosuka.
Material berupa batu, pasir, lumpur, kayu dan tanah kemudian terbawa derasnya aliran hingga menerjang kawasan perkantoran, permukiman serta badan jalan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berada di sekitar aliran sungai, kawasan perbukitan dan daerah yang memiliki potensi longsor.
Hingga Selasa, 22 September 2026, proses pembersihan dan pendataan dampak masih berlangsung. Petugas gabungan terus melakukan pencarian terhadap warga yang masih dilaporkan belum ditemukan, sekaligus mendata kerusakan rumah, fasilitas umum, kendaraan dan infrastruktur lainnya.
Peristiwa galodo di Arosuka menjadi perhatian serius karena selain mengganggu aktivitas pemerintahan, bencana juga berdampak terhadap masyarakat dan akses transportasi utama Solok-Padang.
Catatan: Data korban, warga yang masih dicari, jumlah rumah terdampak dan kerusakan infrastruktur masih dalam proses pembaruan sehingga angka dapat berubah mengikuti hasil pendataan resmi petugas di lapangan.
